E-book Windows Java Symbian My Playlist Video
Blogger Skins Scripts Blogging Tips Link Kosong Link Kosong
Blogs Review Cerita Hot Link Kosong Link Kosong
KonsultasiFacebookku Twitterku Software CommunityConnected ForeverMusik Favorit
Senin, 10 Mei 2010 | 05.33 | 0 Comments

Minum Susu



Mamaku memang cantik, aku senang sekali melihat dan memikirkan payudaranya yang lumayan membengkak itu. Namun sebenarnya aku jarang sekali ketemu sama mama

dan papaku apalagi ngobrol dengan mereka, karena mereka selalu pulang kerumah jam 9an, katanya nyamperin fitness dari pulang kerja. Akupun agak bebas dirumah

menghabiskan waktu dengan main game, dan hari itu aku dapat game baru sehingga dari pulang sekolah aku dikamar terus sampai lupa makan. Aku dengar adikku dan

pembantu kami manggil aku makan tapi aku tidak peduli. Entah mungkin adikku ngelaporin kalau aku tidak makan sehingga aku dengar suara mamaku dari luar,

“Kian kamu sakit kah?” dia langsung membuka pintu. “Ya ma, perutku mual nich, tapi ga pa-pa aku udah makan obat. “Mama tiba-tiba keluar lagi dan balik dengan

papaku. “Benar kamu udah makan obat?” papaku memastikan, kemudian mereka berdua mijit aku. Tidak lama mereka dua mijit, cium aku lalu keluar, setelah aku

berjanji akan makan. Aku kedapur cari makanan kemudian lanjut main game. Sampai tengah malam, tiba-tiba aku dengar langkah menuju kamarku, ternyata mama

datang untuk memastikan keadaanku, ketika mama hendak pergi aku coba bermohon, “ma, tolong pijit aku lagi dong,” “Ah, manjanya” tapi mama menghampiri aku.

Ketika mama mulai mijit aku pegang tangannya dan mengarahkan kepada penisku yang tegang, mama sempat terkejut namun kemudian memperhatikan aku ngomong,

“coba, ma, kontolku selalu konak kalau liat mama.” Mama terdiam kemudian tersenyum “benar kamu udah makan Yan?” “Ya, udahlah, tapi belum minum susu.” “Pergi

bikin haq bikin susunya!” mama dikit merintah. Aku keluar dan balik kekamar dengan segelas susu ternyata mama masih tetap disitu. Aku letakkan saja susu

diatas meja dan langsung memeluk mama, entah apa perasaan mama, pokoknya kami dua mulai bercinta, mama sepertinya membiarkan aku bereksperimen, aku bukakan

daster mama dan langsung mengisap payudara kencang indah kebanggaanku, “ma, udah lama aku pingin mendaki gunung mama yang indah ini” aku terus terang. Mama

begitu bergairah, ketika aku menjilat dan mengisap puting susunya, ketika aku hendak mengambil nafas mataku tertuju kesegelas susu, aku segera mengambil susu

dan meminta mama berbaring di kasur menggunakan dua bantal. Sedikit-sedikit aku tuang susu di dada mama dan membiarkan mengalir menuju vagina kemudian aku

menjilat tetesan susu itu dari vagina menuju dada dan selalu lama singgah di payudara pujaanku itu. Entah berapa lama aku berjuang untuk menguasai wilayah

dada, sehingga aku merasa mama memberi kode agar aku segera memasukkan peluruku kedalam meriamnya yang lembut itu. Begitu masuk, aku merasa harus minta izin

mengemudi dulu dengan mengecup bibir mama. Setelah,mama memberi izin, dengan menaggukkan kepalanya maka aku pun menjalankan goyangan penuh. Membiarkan mama

merintih, sekali-kali aku memegang pentil payudara pujaanku itu. Kemudian terus memacu, sehingga aku rasa kaki mama menekan paha dan pantatku, membuat aku

terjrembab, penisku pun masuk terlalu dalam dan langsung menembak. Kami duapun menarik nafas panjang, malam itu adalah titik awal aku bisa lebih dekat dan

akrab dengan mama, aku tidak lagi merasa kesepian kehilangan orang tua. Aku sangat berterima kasih punya mama yang bisa dan rela memberikan segalanya bagiku,

bagi kebahagianku, dia adalah mama yang terbaik. Mama yang mau berbagi gairah denganku.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright TEORI KEBAHAGIAN © 2010 - All right reserved - Using Blue Porno Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.